Minggu, 03 April 2016

Homemade Risotto

Homemade Risotto

Buat kamu yang butuh menu alternatf dan mengolah nasi menjadi menu makanan yang menarik dan mampu membangkitkan selera makan anggota keluarga, patut mencoba risotto ala rumahan yang simple dan sederhana untuk dibuat. Risotto adalah makanan asal Italia yang bernutrisi banyak disukai muda dan tua.
Kali ini saya memasak Risotto yang dimodifikasi dari berbagai sumber dan disesuaikan dengan bahan yang ada di dapur serta seadanya.

Bahan:
Beras 2 cup, dicuci bersih.
Mentega 2 sendok makan
Bawang Bombay 1 siung ukuran sedang, dicincang ukuran kecil
Bawang butih 1 siung, di geprek
Seledri 5 batang
Daun salam 2 lembar
Daun basil 4 lembar
Sereh 1 batang, dipotong ukuran 5 cm
Minyak zaitun secukupnya untuk menumis
Air kaldu secukupnya, atau air putih biasa ditambahkan bumbu kaldu (saya pakai bumbu kaldu organic homemade)
Keju parmesan secukupnya sesuai selera

Cara Memasak:
Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga wangi, menggunakan minyak zaitun. Lalu masukkan beras, daun salam, daun basil, sereh, seledri. Tambahkan air kaldu secukupnya hingga beras setengah matang dan kering.
Setelah beras setengah matang dan air kaldu kering (jangan hangus, masak pakai api kecil), tambahkan mentega dan keju (boleh gak pake keju kalau tidak suka). Aduk rata. Lalu kukus hingga beras matang. Risotto siap dihidangkan. Dimakan selagi hangat dan bisa ditambahkan lauk pauk lain sebagai pelengkap. Seperti telor goreng balado, ayam suir balado, omelet kornet dll sesuai selera. Maklum masih lidah Indonesia kan ya….
Selamat mencoba dan menikmati bersama orang-orang terkasih mu…

Kamis, 18 Februari 2016

Pupuk Organik



Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana membuat pupuk organic cair, yang sekaligus sebenarnya adalah mikroorganisme pengurai, yang dapat digunakan sebagai organisme pengurai dalam pembuatan kompos. Jadi kamu tidak perlu menggunakan EM4 dan yang pasti tidak perlu mengeluarkan biaya. Murah pastinya ya…
 Siapkan wadah plastic bertutup, bisa kamu gunakan botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter. Ember bekas cat juga bisa, atau apapun yang dapat kamu gunakan yang ada disekitarmu.
Siapkan juga air kelapa, atau air cucian beras, sisa potongan buah atau sayur, gula pasir atau gula merah.
Masukkan air kedalam wadah, cukup separuh bagian, lalu masukkan potongan buah atau sayur 7-10% bagian air, lalu masukkan gula 2-4% dari bagian air.
Aduk rata semua bahan. Simpan dengan tutup rapat ditempat yang teduh. 2 atau 3 hari sudah dapat digunakan sebagai mikroorganisme pengurai. Ditandai dengan baunya yg seperti tape dan ada gas saat tutup wadah dibuka.
Untuk menghasilkan pupuk organic cair, material yang ditambahkan adalah sesuai kebutuhan (unsure makro tanaman berupa N, P, K dll).
Yang mengandung unsure Kalium dan Phosfor adalah kulit telur, batang pisang, ampas tebu, sabut kelapa dan abu kayu.
Yang mengandung unsure Nitrogen diantaranya adalah azolla, kacang-kacangan, jerami atau daun berwarna hijau, urin.
Kamu bisa tambahkan beberapa bahan sebagai hormone tumbuh, seperti batang pisang, bawang merah, tauge, tomat, eceng gondok, rebung bamboo.
Selamat mencoba dan temukan pengetahuan yang lebih banyak lagi…
Salam Hijau.

Minggu, 18 Oktober 2015

Urban Farming



Pengertian Urban Farming
Pertanian urban adalah praktek budidaya, pemrosesan, dan disribusi bahan pangan di atau sekitar kota. Pertanian urban juga bisa melibatkan peternakan, budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura. Dalam arti luas, pertanian urban mendeskripsikan seluruh sistem produksi pangan yang terjadi di perkotaan.
Pertanian ini pun menimbulkan berbagai gerakan lokal seperti "foodies", "locavores", "organic growers" dan sebagainya yang berfungsi sebagai sarana berbagi informasi dan fasilitas jual beli produk setempat, sehingga mendatangkan penghasilan, mengurangi risiko pestisida dan bahan kimia berlebih dalam konsumsi masyarakat, hingga meningkatkan ketahanan pangan. Karena pertanian urban dikatakan memperpendek jarak antara produsen dan konsumen sehingga bahan pengawet dan proses tambahan tidak dibutuhkan. Hal ini membuat konsumen mendapatkan jaminan bahan pangan yang didapatkan begitu segar.
Pertanian urban umumnya dilakukan untuk meningkatkan pendapatan atau aktivitas memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi keluarga, dan di beberapa tempat dilakukan untuk tujuan rekreasi dan relaksasi. Kesadaran mengenai degradasi lingkungan di dalam perkotaan akibat relokasi sumber daya untuk melayani populasi perkotaan telah menjadikan insiprasi untuk berbagai skema pertanian urban di negara maju dan negara berkembang dan mendatangkan berbagai bentuk pertanian perkotaan, dari model sejarah seperti Machu Picchu hingga pertanian di kota modern.
Pertanian urban memiliki manfaat positif yang didorong oleh berbagai hal:
  • 50% penduduk dunia hidup di perkotaan.
  • Penduduk perkotaan berpenghasilan rendah menghabiskan 40-60% pendapatan mereka untuk makanan.
  • 250 juta penduduk yang dikategorikan rawan kelaparan berada di perkotaan.
  • Diperkirakan pada tahun 2015, 26 kota di seluruh dunia akan memiliki populasi lebih dari 10 juta jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang diperkirakan mencapai 6000 ton per hari, bahan pangan harus diimpor dari luar kota.
  • Pada tahun 1999, 800 juta orang telah terlibat dalam pertanian urban di seluruh dunia, sebagai penanam, penjual, maupun konsumen, dan berkontribusi pada pengembangan pertanian di perkotaan.

Ekonomi

  • Pertanian urban memperluas basis ekonomi perkotaan melalui produksi, pemrosesan, pengemasan, dan pemasaran produk pangan. Hal ini mampu meningkatkan aktivitas kewirausahaan dan menambah jumlah wiraswasta, meningkatkan lapangan pekerjaan.
  • Kebun yang dimiliki setiap individu dan gabungan masyarakat dapat menghemat uang yang digunakan untuk membeli bahan pangan.

Sosial

Pertanian urban memiliki dampak secara sosial dan emosional pada setiap orang. Berbagai individu telah melaporkan berkurangnya tingkat stress dan meningkatnya kesehatan mental karena memiliki kesempatan berinteraksi dengan alam melalui kebun. Pekarangan dan kebun yang terdapat di perkotaan diketahui dapat merelaksasi dan menenangkan, dan memberikan tempat bagi masyarakat untuk beristirahat di kawasan perkotaan yang padat. Kemampuan suatu individu dalam memproduksi bahan pangan sendiri juga dapat dianggap sebagai sebuah kebanggaan, terutama karena terbentuknya kemandirian dan lepasnya diri dari rantai pasokan pangan yang diatur berbagai perusahaan besar.

Efisiensi energi

Industrialisasi pertanian saat ini sangat bergantung pada kebutuhan energi yang sangat besar, salah satunya untuk transportasi dan distribusi hasil pertanian. Rata-rata jarak yang harus ditempuh sebuah bahan makanan dari lahan usaha tani hingga siap saji adalah 1500 mil, yang jika dihitung menggunakan kemampuan angkut truk trailer, akan menghabiskan 1 gallon bahan bakar fosil per 100 pon bahan makanan.

Dekontaminasi tanah

Ruang terbuka di perkotaan seringkali menjadi tempat pembuangan sampah. Ruang terbuka tersebut juga akan menjadi tempat di mana air kelabu terakumulasi, yang dapat mencemari air tanah. Pertanian urban mendayagunakan lahan kosong ini dan dapat menjadi sarana yang murah untuk meremediasi kondisi tanah ketika digunakan sebagai usaha pertanian non-pangan.
Pertanian urban sebagai cara untuk meremediasi pencemaran kimiawi juga dapat mencegah bahan kimia tersebar ke lingkungan sekitar. Dengan menguncinya di dalam tanaman, bahan kimia menjadi tidak bersifat mobile yang mampu berpindah melalui aliran air permukaan dan air tanah. Tanaman yang digunakan untuk fitoremediasi tidak ideal untuk dijadikan bahan makanan, namun tanah yang telah selesai diremediasi dapat digunakan untuk menanam tanaman pertanian penghasil bahan pangan.