SEPUTIH SALJU
Selasa, 03 Mei 2016
Minggu, 03 April 2016
Homemade Risotto
Homemade Risotto
Buat kamu yang butuh menu alternatf dan mengolah nasi
menjadi menu makanan yang menarik dan mampu membangkitkan selera makan anggota
keluarga, patut mencoba risotto ala rumahan yang simple dan sederhana untuk
dibuat. Risotto adalah makanan asal Italia yang bernutrisi banyak disukai muda
dan tua.
Kali ini saya memasak Risotto yang dimodifikasi dari berbagai
sumber dan disesuaikan dengan bahan yang ada di dapur serta seadanya.
Bahan:
Beras 2 cup, dicuci bersih.
Mentega 2 sendok makan
Bawang Bombay 1 siung ukuran sedang, dicincang ukuran kecil
Bawang butih 1 siung, di geprek
Seledri 5 batang
Daun salam 2 lembar
Daun basil 4 lembar
Sereh 1 batang, dipotong ukuran 5 cm
Minyak zaitun secukupnya untuk menumis
Air kaldu secukupnya, atau air putih biasa ditambahkan bumbu
kaldu (saya pakai bumbu kaldu organic homemade)
Keju parmesan secukupnya sesuai selera
Cara Memasak:
Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga wangi,
menggunakan minyak zaitun. Lalu masukkan beras, daun salam, daun basil, sereh,
seledri. Tambahkan air kaldu secukupnya hingga beras setengah matang dan
kering.
Setelah beras setengah matang dan air kaldu kering (jangan
hangus, masak pakai api kecil), tambahkan mentega dan keju (boleh gak pake keju
kalau tidak suka). Aduk rata. Lalu kukus hingga beras matang. Risotto siap
dihidangkan. Dimakan selagi hangat dan bisa ditambahkan lauk pauk lain sebagai
pelengkap. Seperti telor goreng balado, ayam suir balado, omelet kornet dll
sesuai selera. Maklum masih lidah Indonesia kan ya….
Selamat mencoba dan menikmati bersama orang-orang terkasih
mu…
Kamis, 18 Februari 2016
Pupuk Organik
Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana membuat
pupuk organic cair, yang sekaligus sebenarnya adalah mikroorganisme pengurai,
yang dapat digunakan sebagai organisme pengurai dalam pembuatan kompos. Jadi
kamu tidak perlu menggunakan EM4 dan yang pasti tidak perlu mengeluarkan biaya.
Murah pastinya ya…
Siapkan wadah plastic
bertutup, bisa kamu gunakan botol air mineral bekas ukuran 1,5 liter. Ember
bekas cat juga bisa, atau apapun yang dapat kamu gunakan yang ada disekitarmu.
Siapkan juga air kelapa, atau air cucian beras, sisa
potongan buah atau sayur, gula pasir atau gula merah.
Masukkan air kedalam wadah, cukup separuh bagian, lalu
masukkan potongan buah atau sayur 7-10% bagian air, lalu masukkan gula 2-4%
dari bagian air.
Aduk rata semua bahan. Simpan dengan tutup rapat ditempat
yang teduh. 2 atau 3 hari sudah dapat digunakan sebagai mikroorganisme
pengurai. Ditandai dengan baunya yg seperti tape dan ada gas saat tutup wadah
dibuka.
Untuk menghasilkan pupuk organic cair, material yang
ditambahkan adalah sesuai kebutuhan (unsure makro tanaman berupa N, P, K dll).
Yang mengandung unsure Kalium dan Phosfor adalah kulit
telur, batang pisang, ampas tebu, sabut kelapa dan abu kayu.
Yang mengandung unsure Nitrogen diantaranya adalah azolla,
kacang-kacangan, jerami atau daun berwarna hijau, urin.
Kamu bisa tambahkan beberapa bahan sebagai hormone tumbuh,
seperti batang pisang, bawang merah, tauge, tomat, eceng gondok, rebung bamboo.
Selamat mencoba dan temukan pengetahuan yang lebih banyak
lagi…
Salam Hijau.
Minggu, 18 Oktober 2015
Urban Farming
Pengertian Urban Farming
Pertanian urban
adalah praktek budidaya, pemrosesan, dan disribusi bahan pangan di
atau sekitar kota. Pertanian urban juga bisa melibatkan peternakan,
budidaya perairan, wanatani, dan hortikultura.
Dalam arti luas, pertanian urban mendeskripsikan seluruh sistem produksi pangan
yang terjadi di perkotaan.
Pertanian
ini pun menimbulkan berbagai gerakan lokal seperti "foodies",
"locavores", "organic growers" dan sebagainya yang
berfungsi sebagai sarana berbagi informasi dan fasilitas jual beli produk
setempat, sehingga mendatangkan penghasilan, mengurangi risiko pestisida dan
bahan kimia berlebih dalam konsumsi masyarakat, hingga meningkatkan ketahanan
pangan. Karena pertanian urban dikatakan memperpendek jarak antara produsen
dan konsumen sehingga bahan pengawet dan proses tambahan tidak dibutuhkan. Hal
ini membuat konsumen mendapatkan jaminan bahan pangan yang didapatkan begitu
segar.
Pertanian
urban umumnya dilakukan untuk meningkatkan pendapatan atau aktivitas
memproduksi bahan pangan untuk dikonsumsi keluarga, dan di beberapa
tempat dilakukan untuk tujuan rekreasi dan relaksasi. Kesadaran
mengenai degradasi lingkungan
di dalam perkotaan akibat relokasi sumber daya untuk melayani populasi
perkotaan telah menjadikan insiprasi untuk berbagai skema pertanian urban di
negara maju dan negara berkembang dan mendatangkan berbagai bentuk pertanian
perkotaan, dari model sejarah seperti Machu
Picchu hingga pertanian di kota modern.
Pertanian urban memiliki
manfaat positif yang didorong oleh berbagai hal:
- 50% penduduk dunia hidup di perkotaan.
- Penduduk perkotaan berpenghasilan rendah menghabiskan 40-60% pendapatan mereka untuk makanan.
- 250 juta penduduk yang dikategorikan rawan kelaparan berada di perkotaan.
- Diperkirakan pada tahun 2015, 26 kota di seluruh dunia akan memiliki populasi lebih dari 10 juta jiwa. Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang diperkirakan mencapai 6000 ton per hari, bahan pangan harus diimpor dari luar kota.
- Pada tahun 1999, 800 juta orang telah terlibat dalam pertanian urban di seluruh dunia, sebagai penanam, penjual, maupun konsumen, dan berkontribusi pada pengembangan pertanian di perkotaan.
Ekonomi
- Pertanian urban memperluas basis ekonomi perkotaan melalui produksi, pemrosesan, pengemasan, dan pemasaran produk pangan. Hal ini mampu meningkatkan aktivitas kewirausahaan dan menambah jumlah wiraswasta, meningkatkan lapangan pekerjaan.
- Kebun yang dimiliki setiap individu dan gabungan masyarakat dapat menghemat uang yang digunakan untuk membeli bahan pangan.
Sosial
Pertanian
urban memiliki dampak secara sosial dan emosional pada setiap orang. Berbagai
individu telah melaporkan berkurangnya tingkat stress dan meningkatnya
kesehatan mental karena memiliki kesempatan berinteraksi dengan alam melalui
kebun. Pekarangan dan kebun yang terdapat di perkotaan diketahui dapat
merelaksasi dan menenangkan, dan memberikan tempat bagi masyarakat untuk
beristirahat di kawasan perkotaan yang padat. Kemampuan suatu individu dalam
memproduksi bahan pangan sendiri juga dapat dianggap sebagai sebuah kebanggaan,
terutama karena terbentuknya kemandirian dan lepasnya diri dari
rantai pasokan pangan yang diatur berbagai perusahaan besar.
Efisiensi energi
Industrialisasi
pertanian saat ini sangat bergantung pada kebutuhan energi yang sangat
besar, salah satunya untuk transportasi dan distribusi hasil pertanian.
Rata-rata jarak yang harus ditempuh sebuah bahan makanan dari lahan
usaha tani hingga siap saji adalah 1500 mil, yang jika dihitung menggunakan
kemampuan angkut truk trailer, akan menghabiskan 1 gallon bahan
bakar fosil per 100 pon bahan makanan.
Dekontaminasi tanah
Ruang
terbuka di perkotaan seringkali menjadi tempat pembuangan sampah. Ruang
terbuka tersebut juga akan menjadi tempat di mana air kelabu
terakumulasi, yang dapat mencemari air tanah. Pertanian urban mendayagunakan
lahan kosong ini dan dapat menjadi sarana yang murah untuk meremediasi kondisi
tanah ketika digunakan sebagai usaha pertanian non-pangan.
Pertanian
urban sebagai cara untuk meremediasi pencemaran kimiawi juga dapat mencegah
bahan kimia tersebar ke lingkungan sekitar. Dengan menguncinya di dalam
tanaman, bahan kimia menjadi tidak bersifat mobile yang mampu berpindah
melalui aliran air permukaan dan air tanah.
Tanaman yang digunakan untuk fitoremediasi tidak ideal untuk dijadikan bahan
makanan, namun tanah yang telah selesai diremediasi dapat digunakan untuk
menanam tanaman pertanian penghasil bahan pangan.
Langganan:
Postingan (Atom)
